Jangan Sampai Penceramah Sebar Kebencian Lewat Ativitas Dakwahnya

Para penceramah diminta untuk tidak menyebarkan kebencian lewat aktivitas dakwahnya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Kami menolak dan melawan dengan tegas segala bentuk praktik provokasi, ujaran kebencian, fitnah, makar, kebohongan dalam aktivitas penyampaian khutbah Jumat atau dakwah,” kata Arif Fahrudin, Pembina Wadah Silaturahim Khatib Indonesia (Wasathi).

Arif menuturkan, risalah Islam mengajarkan, penyampaian dakwah sesuai karakter yang moderat, berkedamaian, kontekstual dan berkomitmen untuk memadukan semangat agama dengan kebangsaan.

Beragama Islam harus sesuai dengan prinsip rahmat untuk alam semesta, yaitu secara ramah, toleran, moderat, dan tegas dalam pluralitas suku, agama, ras, serta antar golongan.

Seiring dengan hal itu, mengamalkan Islam juga harus sesuai dengan pedoman Al Quran, sunah, hukum, dan perundang-undangan yang berlaku.

“Integrasikan nilai-nilai ke Islaman dan ke Indonesiaan dalam setiap lini kehidupan dan lapisan masyarakat demi kehidupan nasional yang penuh kebijakan dan kerukunan,” kata dia.

Arif juga mengajak umat dan masyarakat untuk secara konsisten menjadikan ulama sebagai pandu dan guru dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

About pr0kl4m4s1

Check Also

Menjaga Pandangan Mata, Menjaga Diri Sendiri

اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ نَهَانَا عَنِ النَّظَرِ اِلَى الْمَعَاصِيْ وَالْمُحَرَّمَاتِ، فَيُدْخِلَ مَنْ اَطَاعَهُ اِلَى …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *