DIALOG KHATIB MODERAT :MUHARAM BULAN OPTIMISME KEMERDEKAAN

PRESS RELEASE

DIALOG KHATIB MODERAT

Koja, 21-Agustus-2021

MUHARAM BULAN OPTIMISME KEMERDEKAAN

“Menakar Potensi Ekstremisme di Tengah Wabah Covid 19”

Adapun Narasumber pada acara tersebut;

  1. KH. Fachruddin, MA. (Pembina DPP WASATHI).
  2. K.H Ahmad Shodiq (LD PBNU).
  3. K.H Ghufron Mubin (Komisi Dakwah MUI Pusat)
  4. DR. KH. Imam Daruquthni, MA (SEKJEN DMI).

Sebagai gambaran diawal tentang acara pada hari ini. Yaitu, Di tengah Pandemi Covid 19 masih muncul gagal paham di tengah publik yang mengidentikkan pemerintah kurang profesional dalam penanganannya. Tendensi pemahaman dan narasi ini adalah ke arah distrust kepada pemerintah. Wasathi tidak setuju dengan pemahaman dan narasi tendensius tersebut. Wasathi mengajak publik untuk berpikir proporsional, positif, optimistik, dan konstruktif. Intinya, wasathi mendukung penuh ikhtiar pemerintah dan ulama dalam kebijakan penanganan Covid 19. Maka, sebagai rakyat, wajib untuk bersama pemerintah dan ulama. Sebagaimana tuntunan Syekh Nawawi Al-Bantany,


“Ketika pemerintah mewajibkan hal yang sudah diwajibkan oleh syariat, maka peraturan pemerintah itu menjadi wajib muakkad.
Ketika pemerintah memerintahkan hal yang disunnahkan oleh syariat, maka peraturan pemerintah itu juga tetap wajib dilaksanakan.


Ketika peraturan pemerintah mewajibkan hal yang dimubahkan oleh syariat, dan dalam kemubahannya tersebut ada kemaslahatan publik, maka peraturan pemerintah tersebut juga tetap mengikat untuk dilaksanakan rakyatnya.”


Wasathi berpendapat, kebijakan pemerintah dalam penanggulangan Covid 19 ini selaras dengan kewajiban syariat berupa pencegahan terhadap wabah penyakit, serta berobat (kuratif) terhadap penyakit hukumnya wajib.
Maka, vaksinasi, protokol kesehatan juga wajib dijalankan.

Kemudian Tentang berkuasanya Taliban di Afghanistan. Ini memiliki dua strategi kontra radikalisme. Pertama, Islami Imarat Afghanistan (IAA) berbeda ideologi dengan kelompok radikal- teroris lainnya. Maka, IAA bisa dijadikan antitesa untuk kelompok radikal lainnya bahwa Islam bukanlah radikalis-teroris. Kedua, IAA diglorifikasi oleh kelompo radikal-teroris untuk menebar propaganda bahwa khilafah dan sejenisnya bisa berkuasa dan mengganti ideologi negara.


Maka, wasathi berpendapat bahwa masalah Taliban menguasai Taliban adalah urusan dalam negeri Afghanistan. Yang wajib dipahami dan diantisiasi oleh elemen moderat dan nasionalisme adalah meliterasi masyarakat awam dan penguatan masyarakat terhadap komitmen Pancasila dan NKRI sebagai Negara Kesepakatan (Darul Mitsaq). Wasathi akan melaksanakan penuh amanat Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin yang berfatwa bahwa sistem khilafah dan sejenisnya adalah tertolak di Indonesia.

About Wasathi Pusat

Check Also

Workshop Khatib Moderat : Upaya mencegah Faham Intoleran, Radikalisme, Terorisme

*Para Khatib Jumat dan Penceramah Di Cikarang Berkumpul Tangkal Paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme. Untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *