Bersaudara Dengan Lingkungan ( Al-Ukhuwah Bi Al-Bi’ah )

Oleh: Arif Fahrudin (Sekretaris Lembaga Pentashih Buku & Konten Keislaman Majelis Ulama Indonesia / LPBKI-MUI, dan Sekretaris YPI Al-Wathoniyah Pusat Jakarta)

Selama ini kta sudah sangat familiar dengan trilogi persaudaraan (ukhuwah), yaitu persaudaraan antar sesama umat Islam  (ukhuwah Islamiyah), persaudaraan sesama anak bangsa (ukhuwah Wathaniyah), dan persaudaraan sesama umat manusia (ukhuwah insaniyah).

Profesor Nasaruddin Umar menambahkan satu lagi, yaitu persaudaraan sesama makhluk hidup ( ukhuwah makhluqiyah ). Maka, bisa saja kita masih perlu menambahkan satu dimensi persaudaraan lagi, yaitu bersaudara dengan lingkungan (Al-Ukhuwwah bil Bi'ah (الإخوة بالبيئة). Apa perbedaan antara makhluk dengan lingkungan? Bersaudara dengan lingkungan atau berdamai dengan lingkungan lebih luas cakupannya karena meniscayakan adanya hubungan yang saling membutuhkan antara manusia dengan lingkungan hidupnya, baik mikrokosmos maupun makrokosmos. Bersaudara dengan lingkungan meliputi hubungan seorang muslim dengan dirinya sendiri, dengan keluarganya, dengan tetangganya, dengan tempat kerjanya, dengan kelangsungan hidup hewan sekitarnya, dengan kelestarian tetumbuhan di sekitarnya, dengan kualitas udara, dengan mikroba atau virus sekalipun, dan juga dengan alam tak kasat mata manusia seperti malaikat, jin dan makhluk ciptaan Allah di sekitar kita baik itu sistem lingkungan hidup atau tak hidup sekalipun.

Bersaudara dengan lingkungan adalah sebuah konsekwensi  dari perintah Al-Qur'an yang menyebutkan bahwa seluruh isi alam raya ini baik mikro maupun makrokosmos bertasbih kepada Allah Swt (QS. Al-Hasyr: 24, QS. An-Nur:41)

Bersaudara dengan Linggkungan ini sangat penting karena manusia sebagai makhluk hidup tak mungkin hidup sendiri tanpa berdamai dengan lingkungan di sekitarnya. Setiap kesalahan sikap hidup manusia akan merusak lingkungan di sekitarnya (QS. Ar-Rum:41).

Terjadinya pandemi Covid 19 saat ini pun bisa saja disebabkan karena manusia tidak mampu berdamai dengan makhluk Allah yang tak kasat mata yaitu virus Korona. Diksi yang digunakan untuk menghentikannya pun masih menggunakan diksi menolak dan memerangi Korona. Akan lebih tepat jika menggunakan diksi menanggulangi atau menangani Covid 19. Karena virus Korona juga bagian makhluk Allah yang akan selalu ada bersama kehidupan manusia. Dampak destruktif saat ini bukanlah ditimbulkan oleh kejahatan virus Korona, melainkan karena kelalaian manusia mengelola tata lingkungan hidupnya dimana di dalamnya juga terdapat mikroba atau virus atau bakteri. Sehingga virus terfasilitasi oleh kesalahan manusia dalam perilaku berlingkungan hidup.

Ada contoh Nabi Saw dalam persaudaraan lingkungan hidup yaitu agar berlaku ramah terhadap makhluk tak kasat mata lainnya seperti jin. Hal ini terungkap dalam sebuah hadis Nabi, “Janganlah kalian beristinja’ (membersihkan kotoran pada dubur) dengan kotoran dan jangan pula dengan tulang karena keduanya merupakan bekal bagi saudara kalian dari kalangan jin.” (HR. Turmudzi)

Demikian luasnya dimensi persaudaraan dalam Islam. Sehingga tidak hanya terhadap makhluk hidup saja kita diperintahkan untuk bersaudara, melainkan juga kepada semua unsur yang terdapat dalam lingkungan hidup manusia termasuk terhadap makhluk yang tak hidup lagi seperti jasad manusia. Memperlakukan jenazah tidak boleh kasar karena itu menyakiti jenazah juga sebagaimana hadis Nabi Saw, "Memecahkan tulang mayat hukumnya seperti memecahkan tulangnya ketika ia masih hidup." [HR Abu Dawud).

Memakamkan jenazah berarti menghormati jenazah. Dalam Islam hukumnya adalah fardhu kifayah.  Jika sampai terjadi jenazah yang terlantar dan tidak ada yang menyolati dan memakamkannya maka seluruh penduduk di wilayah tersebut terkena dosa. Maka, menolak pemakaman jenazah -termasuk jenazah pasien Covid 19- adalah bertentangan dengan perintah Allah Swt untuk menghormati penghuni lingkungan sesudah hidup, yang juga berhak untuk dihormati lingkungannya.

Bersaudara dengan lingkungan memiliki landasan transendental untuk menjaga harmoni dan keseimbangan kehidupan manusia seutuhnya.

 Wallahu a'lamu bi ash-shawab.

About Wasathi Pusat

Check Also

Unlock The Secrets Of Selling High Ticket Items

Don't act so surprised, Your Highness. You weren't on any mercy mission this time. Several …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *